Bertahan dengan Genset

Pemadaman listrik bergilir merupakan agenda rutin yang biasa dirasakan oleh masyarakat yang berada di area dengan kondisi suplay energi yang tidak cukup atau sistem pembangkit sedang mengalami peremajaan.

Bertahan dengan Genset

Kegiatan pemadaman bergilir ini selain menyebalkan juga menghambat aktivitas sehari-hari, karena pada saat ini sudah tidak dipungkiri bahwa energi listrik memegang peranan penting.

Kegiatan harian tidak bisa terlepas dari listrik, dari mulai menanak nasi, menonton TV hingga berkomunikasi, semua aspek kehidupan membutuhkan listrik.

Tidak heran jika orang menyebut listrik adalah salah satu penemuan terhebat yang pernah ada. Listrik membawa manusia menuju ke peradaban baru dan mendukung perkembangan inovasi terbaru termasuk digital di dalamnya.

Dunia digital sangat erat kaitannya dengan listrik, dari mulai hulu hingga hilir, dari mulai server hingga receiver untuk dapat bekerja memerlukan listrik.

Listrik bagi dunia industri baik itu konvensional maupun modern diibaratkan seperti air yang merupakan nadi kehidupan.

Sayangnya, pemerataan instalasi listrik hingga saat ini belum dapat dinikmati oleh seluruh pelosok nusantara.

Pelosok nusantara yang tidak terjamah listrik ini sudah barang tentu tidak dapat merasakan kemudahan teknologi, bahkan untuk penerangan pun di wilayah yang tidak terjamah dengan aliran listrik mereka hanya mengandalkan lampu tempel atau hanya berupa obor saja.

Instalasi listrik di daerah terpencil memang bukan perkara mudah, apalagi jika kondisi medan yang curam dan terjal.

Kondisi tersebut tentu saja menghambat dalam pemasangan instalasi listrik, dari mulai pengangkutan material seperti tiang listrik hingga instalasi kabel di pelosok tentu saja merupakan tantangan dan perjuangan besar.

Salah satu alternatif yang bisa dilakukan untuk memenuhi kebutuhan listrik di pelosok dalam skala kecil (hanya untuk penerangan) adalah dengan memberikan sumbangan berupa genset.

Genset mampu mengaliri penerangan dalam skala kecil sehingga anak-anak dapat belajar di malam hari tanpa harus khawatir buku atau lubang hidung mereka menghitam karena terkena jelaga.

Dalam lingkup kecil ini tidak perlu dikhawatirkan daya yang digunakan, karena biasanya masyarakat di area tersebut belum memiliki peralatan elektronik yang boros akan daya listrik. Namun alat penghemat listrik terbaik tetap akan diperlukan ke depannya.

Saat ini mungkin satu buah generator kelistrikan sepertinya cukup untuk memenuhi kebutuhan penerangan di malam hari demi benderangnya ilmu di seluruh pelosok negeri.

0 komentar